Minggu, 25 November 2007

PREGNANCY GLOOWW!!!

Orang bilang, perempuan hamil itu terlihat cantik. Terlihat bersinar. Kulit lebih lembab, rambut lebih berkilau, pipi kemerahan. Sahabat-sahabat baik yang memperhatikan badanku berubah juga berkata sama. Aku terlihat segar dan sehat.….

Cantik bersinar sehat segar dari hongkong!!! Aku kok ya tidak merasa sama sekali.Aku merasa… BESAR. Semua bagian tubuh membesar! Dan ‘semua’ itu artinya SEMUA! (oh ya, ditambah bentuk puser yang semakin lama semakin absurd!)

Tadi malam (akhirnya) aku membereskan lebih dari setengah isi lemari, hanya menyisakan beberapa potong pakaian yang ‘masih layak pakai’: dua buah rok, tiga celana panjang, empat terusan, serta baju-baju rumah rombeng yang (dulunya) kebesaran. Sahabat-sahabat baik berkata, ini saat yang tepat untuk shoping dengan gegap gempita. “Kan baju hamil sekarang lucu-lucu,” begitu kata mereka. Yah, bagiku baju-baju itu TERLALU lucu!

Kalian harus liat celana yang di jual: ada sepotong kain berbentuk ‘kantong kangguru’ di bagian perutnya, atau yang bermodel ‘karet-kolor-super-besar’ yang bisa ditarik ulur sesuai dengan membesarnya perut. Dan tentunya soundtrack belanja itu adalah suara tawa (yang terdengar) menghina dari suami sendiri yang (juga) berfikir celana-celana itu konyol! Ehem, tapi sepanjang Kartunya capek tergesek, aku ga peduli hi hi hi... Kayaknya hanya belanja yang bisa bikin aku bahagia akhir2 ini hehehe...

Oh…Tapi sebenarnya itu bukan sepenuhnya masalah pakaian. Aku merasa aku-bukan-diriku-lagi. Semua ritme kehidupanku langsung berubah sejak hamil. Aku mudah capek. Selalu ingin dipijet-pijet. Tidur cepat, dan bangun siang. Suka marah-marah tidak jelas. Suka sedih-sedih sendiri. Suka mimpi aneh-aneh (termasuk mimpi punya harimau peliharaan, mimpi makan mpek-mpek sebesar meja makan, atau mimpi perutnya meletus!). Merasa selalu lapar. Merasa bahwa dunia runtuh jika di kulkas tidak ada jeruk. Merasa sangat malas untuk bekerja. Merasa malas untuk melakukan apapun. Sangat suka mencela dan mengomentari apapun. Mulut ini berubah jadi silet super tajam. Kecerdasan menurun drastis *yang terakhir ini baru ditambahkan seiring dengan memperbaiki judul :P*Ugh.

Menuliskannya saja aku sudah benci diri sendiri. Apa semua perempuan yang sedang hamil merasa begini?

Selasa, 23 Oktober 2007

We Are, Keluarga Saputra...


Keluarga Saputra terdiri dari :
- Swami Tertjintah : EKO ZUNIANTO SAPUTRO, ST. Ato biasa dipanggil dirumah Abang...Hubby...Swamikyu...Say...dll

Dia adalah sahabat baik Jeng Dina saat SMA, teman belajar kelompok, Kiper tim sepak bola, Kakak asuh sejumlah murid SMA di Bandung. Setamat kuliyah di Teknik Pertambangan, Jurusan Metalurgi, ITB, akhirnya kerja di PT. Timah wilayah Kundur, Kep. Riau sejak tahun 2005.


-Istri Tertjintah juga : IHDINA YULIA WARDHANI, SH. Ato biasa dipanggil dirumah Uni...Wiffy...Adek...Dintul...Jeng Tol...Mbak Yu...dll

Dia adalah mantan bandar sepakbola saat SMA, dan penggiat acara apa aja pokoknya rame diskolahnya. Setamat kuliyah di Fakultas Hukum, Hukum Internasional, Unibraw, dia menikmati bekerja sebagai freelancer di sejumlah lembaga. Dan kini menjadi Ibu Rumah Tangga, dan brusaha mengais rupiyah di Kundur hi hi hi.. Doain yah....


TENTANG KITA :

Kita berdua resmi jadi suwami-esterih sejak 14 Juli 2007 di Kediri, Jatim. Suer itu tanggal ga pake itung-itungan ala Jawa, tapi lebih ke prediksi kapan hari libur panjang anak sekolah dan jadwal SPMB hi hi hi...Maklum, si istri ini dari kluarga yang terpencar2, jadi biar semua bisa datang getho...
Habis nikah, banyak yang nanya, kok pindahnya jaoh banget ya ke KUNDUR... Yah maklom, swamikyu ini kan mengais pundi2 rupiyahnya disana. Sebage isteri yaa ngikud doong... Owiyah, Pulo Kundur itu deket Pulo Karimun...Cuma ngejelasin aja, maklum, pulonya ga kliatan di peta hi hi hi...
Soal anak...
Sebenernya ga direncanain kapan punya, yaaa sedikasihnya aja deh... Karena kita bedua pecaya bahwa anak itu anugrah yang akan lahir ketika Allah bener2 menganggap kita siap mempertanggung jawabkannya (cieeee). Alhamdulillah, saat blog ini ditulis, si istri lagi hamil 9 minggu..
Sabar dan mohon doa buat si bubba yang akan lahir yaaa...

Jumat, 19 Oktober 2007

Pengakuankuw...

Aku mo mengakui beberapa hal....

PERTAMA, aku sekarang ga lagi ngaku umur 17 tahun... Yah, udah sadar aja kalo udah umur seprempat abad (kalo pake abad kok kesannya sebayaan ama Gajah Mada yak?!)... Lagian ga asik aja kalo hamil dengan perut gede gitu aku ngaku 17 taun hihi... Sebagai tanda kedewasaanku, akhirnya aku dan swamiku bisa membuat "keputusan" segede itu, bersama-sama, layaknya sepasang suami istri (halah!)

KEDUA, aku mau minta maaf (kan masih lebaran!) dan mengaku dosa. Mahapin ya semuwaaahh... Terutama buat ortu en swamiku yang sering jadi korban keisenganku..

KETIGA, aku mau mengakui, bahwa SEKARANG diriku hamil 9 minggu!! Yah rada telat sih taunya hi hi hi... Akibatnya, sampe seminggu lalu, hoek-hoek tiap pagi sampe malem (siapapun yang bilang itu morning sickness, dia salah besar! Itu ALL-DAY sickness!!!)

Jadi, yah… begitulah press conference hari ini. Terimakasih atas kedatangan rekan-rekan wartawan (halah!!!)

Selamat Lebaran...

Oh, tidak.
Aku tidak mudik. Tidak akan merasakan lontong dan rendang di rumah nenek, atau kue-kue super duper enak. Tidak bisa nangis-nangis sambil salaman sama Si Papa+mama+adek usai sholat Ied.

Untuk pertama kali, aku akan lebaran bareng suami. huhuhu.... rasanya kayak apa ya nanti? Aku masih bingung kami mau ngapain. Abis sholat Ied, terus maap-maapan juga gitu kali ya? terus abis itu ngapain? tidur? :P

Kemaren, dengan penuh semangat, aku mengusulkan untuk memasak lontong atau ketupat sendiri. Tentunya beserta sayur dan rendangnya. Tapi usul ini di tolak sama abang. Katanya itu terlalu "advance". Lebih baik aku menamatkan pelajaran masak soto ayam sehingga rasanya terjamin enak.

Lalu aku sedih. Kan aku pengen menyenangkannya yang sudah dua tahun berturut-turut tidak makan lontong sewaktu lebaran. Tapi dia bilang, kalo tidak enak kan sayang udah usaha capek-capek. Dia bener sih, soalnya aku juga gak yakin masakanku bakal enak atau tidak. Walau sedih, dia kumaafkan juga ke-realistisan-nya itu. Toh sedang lebaran.

Yah, buat semua: Selamat Lebaran ... selamat mudik bagi yang mudik.Bagi yang tidak mudik, dan akan OPEN HOUSE dengan menu lontong/ketupat+rendang+oporNyamnyam, sms/tilipun kami ya. Nanti kami pasti dateng.

Keajaiban...

Seribu kupu kupu terbang menari diperutku.

Senyuman tak bisa ditanggalkan. Dada menghangat dan hari selalu cerah. Angan-angan begitu liar, membuat tangan tak henti mencoreti garis-garis, membentuk bidang, membentuk ruang, membentuk hidup, membentuk masa depan.

Satu langkah. Satu langkah baru yang menggetarkan hati. Cintaku berkata ia ingin keajaiban, dan INI adalah keajaiban.

Karena tiba-tiba kami sangat sangat sangat bahagia.…gandengan tangan kami semakin erat. Kami bernyanyi dengan sangat riang!

Ini seperti mimpi. Tapi sebentar lagi akan jadi kenyataan.Doakan kami yaaaa…

Positip...Negatip..pOsitip...Negatip...

Aku tidak menaruh curiga apapun pada awalnya. Bangga malah: napsu makanku bertambah dan sepertinya beratku terus naik tanpa ada yang menghentikan. Rajin sarapan, ngemil pagi-pagi, makan siang selalu habis, sorenya nongkrong sambil ngunyah dan malam masih makan sebelum tidur. Pokoknya hebat.

Sampai empat hari lalu, aku selalu beli empek2 setiap hari. Rasanya tiba-tiba pengen aja gitu. Dan ga peduli tempatnya (dan kehigenisannya tentu), itu empek2 selalu dibeli.

Nah, dari koling2 dengan dua orang jelek (yang sialnya aku sayang, huh!) si kakak dan ibu itu , mereka bertanya-tanya: apa gerangan yang terjadi pada diriku? Kenapa tiba-tiba suka empek2? Kenapa tiba-tiba sangat bernapsu makan? Jangan jangan… jangan jangan… *lalu mereka tertawa terkikik-kikik sambil menggoda*. Lalu, datang lagi telepon dari kakak yang sama nyebelinnya , terus-terusan menggoda: jangan jangan… jangan jangan… *sambil ketawa-ketawa yang terdengar seram ditelingaku* Malamnya, aku tak bisa tidur walaupun ngantuk sangat. Sibuk tepon kesana-kemari menanyakan berbagai tanda-tanda awal kehamilan.

Dan pas browsing melihat halaman ini, aku jadi mengira-ngira: glek… kok simtomnya banyak yang mirip.Keadaan semakin menggawat karena keesokan harinya aku sakit. Ga enak badan. Panas-lemas-ngantuk ga puguh, tapi terus mengunyah. Oh no... what should i do? Langsung aku nge-buzz si abang dan mencritakan kegalauan hati. Well.. kami berdua memang belum berencana punya bebe dalam waktu dekat. *yang teriak-teriak ‘sapa suruh kawin’ dari jauh, tolong diam!* Prasarana kan harus disiapkan dulu sebelum menyambut bebe, begitu bukan?

Gara2 si ibu itu ‘meneror’ aku (I hate when she’s right. And she’s ALWAYS right!) akhirnya aku memutuskan untuk periksa. Akhirnya aku ngajak si abang ke bidan dan periksa. Karena, rasanya tidak sanggup sendirian. Terus diukur tekanan darah dan suhu badan.

Hasilnya? Ehem eeeenggg... liat sendiri deh

Menanti Harry Potter Indonesia

Tentunya sudah merupakan kebenaran umum bahwa kita semua lebih suka BUKU harry potter dibanding filmnya, kan?

Bukunya memberikan ruang tidak berbatas bagi kita semua untuk berimprovisasi dengan imajinasi sendiri (yah.. aku pengen banget nyicip rasa Butterbeer. Kok kayaknya enaaaaakkk gitu ya?).

Nah, tapi kalau ditanya suka buku yang mana, nah ini agak sedikit kontroversi. Mungkin kebanyakan orang akan me-refer kepada buku asli karangan JK Rowling versi Inggris kan?
Tapi, terus terang, aku lebih suka Harry Potter versi Indonesia yang diterjemahkan mbak Listiana Srisanti (duh.. pengen banget deh ketemu orangnya!).

Lost in translation? I don’t care! For me, I’ll let myself to be completely lost in her translation, hahahah…Mbak Listiana ituh membuat dunia baru dalam bahasa Indonesia, menurutku.
Kata “DEDALU PERKASA”, misalnya. Bo… Whomping Willow gitu lohhh! Frasa Dedalu Perkasa itu bagiku LUAR BIASA. Dan oh..oh.. satu lagi: PELAHAP MAUT untuk Death Eater.

Bahkan, sampai sekarang, kalau aku membaca versi Inggrisnya, aku masih akan berusaha mencari kata-katanya versi bahasa Indonesia. Lebih menyenangkan!Kacang Segala Rasa Bertie Bott, Nick si-Kepala-Nyaris-Putus, Topi Seleksi, Bubuk Floo, Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, jubah gaib atau Pemeliharaan Satwa Gaib, terasa lebih nonjok dibanding Bertie Bott’s Every Falvour Beans, Nearly Headless Nick, Sorting Hat, Floo Powder, Defense Against the Dark Arts, Invisibility cloak atau Care of Magical Creatures.

Memang sih, ada beberapa istilah yang tidak diterjemahkan. Seperti Ebtanas-nya para penyihir: O.W.L, Ordinary Wizarding Level atau yang lebih tinggi lagi N.E.W.T atau Nastily Exhausting Wizarding Test. Atau istilah MUGGLE untuk menyebutkan manusia biasa yang bukan penyihir.

Tapi, kalo aku bisa mengganti satu istilah, aku pengen ganti Daily Prophet jadi ngg... apa ya… Radar Sihir atau Sihir Pos, supaya mirip Jawa Pos Network, kikikiki... atau Media Sihir kali yeee… kikikiki…Kalo situ gimana?

Aku Menikaaaahh!!!

Hah.Sekarang aku mau cerita.
Cerita apa?
Yah… pastinya cerita yang ditunggu orang sedunia: gimana rasanya jadi newlywed.Sebenernya cukup satu kata ajah (sekarang gw tau satu kata yang dimaksud Harry Mukti): ENNAAAGGHH!!!

Wahwhahwhahwahw…Punya err… suami (jangan sedih bow, masih kagok kalo bilang kata suami depan umum!) seperti cintakupermatahatikusamuderalautancintaku ini menyenangkan. Kalo belanja, dia akan mengangkat kranjang blanja dengan baik (asal permintaan membeli PS baru dikabulkan). Kalo aku nyambi kerjaan rumah sambil nonton Prison Break, dia akan rela mem-pause sebentar. Kalo mau tidur malem, selalu ada pillow talk yang bodoh namun menyenangkan (selebihnya yah… sayah serahkan pada imajinasi anda!).


Tapi, ya bow… bukannya ge-er, tapi kok ya banyak banget orang yang jadinya nanya ke aku pertimbangan-pertimbangan untuk berkahwin. Terus, jadi banyak yang nanya tips-tips buat dapet jodoh cepet. Terus banyak juga yang khawatir-khawatir-tapi-gossip kalo aku MBA. Bow!!! Plis deh. Dapet suami juga gak sengaja dan ga nyangka! Cape deh critanya...


Aku suka sedih sama orang yang ‘tujuan akhirnya’ mau berkahwin. Seolah-olah hidup berhenti disitu dan pasti akan bahagia selamanya. Padahal yah, berkahwin itu kan bukan akhir segalanya. Padahal, dari situ perjalanannya masih sangat berat dan lama dan panjang. Pertama-tama mah masih cinta banget-banget-banget. Tapi untuk ngejaga tetep seperti itu, yah.. butuh perjuangan bow. Mikir berkali-kali-kali-kali deh sebelum menikah. Eh..eh… tapi ini bukan kata-kataku loh, aku hanya menyampaikan pesan-pesan yang dikasih orang-orang tua. Jadi santay ajah. Aku aja ga pernah niat kawin secepat ini, ternyata dikasih ajah gituh. Bersyukur ajah dengan apa yang udah dikasih Big Boss yah!Yah segitu dulu deh ceritanya.

ps: TERIMAKASIH TAK BERHINGGA kepada semua yang sudah care dan mendoakan dan dateng ke acaraku. I hope you have all happiness in the world. LOVE YOU ALL!

Back For EXISTANCE

Huwaaa.. udah setaun aku ga ngeBLOG.. Yah atas nama EKSISTENSI, aku ngeblog lagi deeehh... Hokeh, atas ancaman Ndoro Kakung, Pakde serta Jeng Mia, aku ngeBLOG ato bakal dihapus dari silsilah PER-Go-BLOG-An Endonesah dan ga bakal diundang pertemuan BLOGGER brikodnyah.. hu hu hu....

Owiyah, buat para FANS (hi hi hi), ini loh blog-ku yang lama :
www.ihdinayw.blogspot.com