Aku tidak menaruh curiga apapun pada awalnya. Bangga malah: napsu makanku bertambah dan sepertinya beratku terus naik tanpa ada yang menghentikan. Rajin sarapan, ngemil pagi-pagi, makan siang selalu habis, sorenya nongkrong sambil ngunyah dan malam masih makan sebelum tidur. Pokoknya hebat.
Sampai empat hari lalu, aku selalu beli empek2 setiap hari. Rasanya tiba-tiba pengen aja gitu. Dan ga peduli tempatnya (dan kehigenisannya tentu), itu empek2 selalu dibeli.
Nah, dari koling2 dengan dua orang jelek (yang sialnya aku sayang, huh!) si kakak dan ibu itu , mereka bertanya-tanya: apa gerangan yang terjadi pada diriku? Kenapa tiba-tiba suka empek2? Kenapa tiba-tiba sangat bernapsu makan? Jangan jangan… jangan jangan… *lalu mereka tertawa terkikik-kikik sambil menggoda*. Lalu, datang lagi telepon dari kakak yang sama nyebelinnya , terus-terusan menggoda: jangan jangan… jangan jangan… *sambil ketawa-ketawa yang terdengar seram ditelingaku* Malamnya, aku tak bisa tidur walaupun ngantuk sangat. Sibuk tepon kesana-kemari menanyakan berbagai tanda-tanda awal kehamilan.
Dan pas browsing melihat halaman ini, aku jadi mengira-ngira: glek… kok simtomnya banyak yang mirip.Keadaan semakin menggawat karena keesokan harinya aku sakit. Ga enak badan. Panas-lemas-ngantuk ga puguh, tapi terus mengunyah. Oh no... what should i do? Langsung aku nge-buzz si abang dan mencritakan kegalauan hati. Well.. kami berdua memang belum berencana punya bebe dalam waktu dekat. *yang teriak-teriak ‘sapa suruh kawin’ dari jauh, tolong diam!* Prasarana kan harus disiapkan dulu sebelum menyambut bebe, begitu bukan?
Gara2 si ibu itu ‘meneror’ aku (I hate when she’s right. And she’s ALWAYS right!) akhirnya aku memutuskan untuk periksa. Akhirnya aku ngajak si abang ke bidan dan periksa. Karena, rasanya tidak sanggup sendirian. Terus diukur tekanan darah dan suhu badan.
Hasilnya? Ehem eeeenggg... liat sendiri deh
Jumat, 19 Oktober 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar