Rabu, 11 Maret 2009

POSTCARD (staon lalu) dari KEP.RIAU

So, we are counting days....
7 bulan sudah saya berada di Kundur Riau, dan tak banyak cerita tentang kota ini yang sempat terposting selain cuaca yang gloomy tapi kadang bisa tiba2 panas, accent yang terdengar ajaib, makanan yang tak terlalu menerbitkan selera huhuhu….Yah.. jika menilik deretan topik diatas memang nampaknya kota ini tidak terlalu menarik untuk diceritakan. But every cities have their own stories [and history]... dan meskipun kota ini terkesan tidak terlalu 'gempita'... saya tetap ingin mendongeng sedikit untuk teman-teman semua. siapa tau berguna kalo pengen kesini, yak?

Kundur adalah salah satu dari pulau2 dibawah wilayah Kabupaten Karimun, meski dari ukuran sih gedean Kundur. Awalnya 30an taun lalu pulo ini primitip en sepiii banget. Tapi begitu diketahui mengandung Timah dan Bauksit yang tinggi, maka berdirilah perusahan Timah, yang otomatis bikin Pulo Kundur lebih rame. Menurut beberapa kundurese yang saya kenal, keadaan kota ini sekarang udah jauh lebih baik dibanding awal tahun 80an. Doh, saya sendiri sulit membayangkan how this city looked like in the past, karena rasanya mood depresi nya masih tetap terasa di beberapa sudut kota [mungkin karena pengaruh cuaca yang gloomy juga seh]. Ntar dulu, bingung deh, pulo ato kota ya nyebutnya? Gampang aja, ini pulo cuma ada 1 kota hihi.. Jadinya sama aja men!! But according to them, at least pemerintah Kundur-Karimun udah berusaha untuk menghidupkan kembali kota ini dengan berbagai macam local campaign yang bertujuan membangkitkan semangat penduduknya dan terutama roda perekonomian.

Such as pulo2 kecil di Endonesah yang ga dipratiin, Kundur juga memiliki penduduk di bawah garis kemiskinan. Campur2 deh, ga cuma suku Mantang (yang hobi kliaran) mpe etnis Cina yang tinggal ga jelas di gubuk2, makan dari mengais sampah dan berburu di hutan. Pokoknya dari segi pendidikan, kesehatan, mpe pemerintahannya ga beres deh (gila bo!! Ngurus KTP ajah 3 bulan!!).

Yah, itulah kondisi diluar komplek perusahaan. Meski perusahaan yang ada disini menyediakan fasilitas umum seperti sekolah dan kesehatan gratis, tetep aja jarang ada orang luar yang memanfaatkan. Saat ini kebanyakan orang yang tinggal di Kundur adalah pendatang, baik dari sekitar Kundur, Riau, Sumatera hingga Jawa. Ada yang miskin, ada yang kayaaaaa banget. Yak!! Cina sangat berperan dalam perekonomian Kundur-Karimun. Seeemuaaa Cina punya deh. Dari toko (jualan sayur mpe traktor gaban), panti pijet Thailand, mpe persewaan Kapal. Barang2 disini juga terhitung mahal, karena didapat dari luar. Brubung deket Malaysia-Singapura, jadinya yaa makanan dari sana semua gethoo.. So, kalo blanja, ati2 liat label-nya deh.. (halal ga? Ato bahannya pada ngerti ga? Masi blum paham ‘kondosioner makanan’ itu apa ya?)

Oia, disini kendaran penghubung paling paten adalah motor, mobil pribadi, kapal (dari boat, speedboat mpe yang gede deh!!) dan helikopter hehehe… Maklum, daerah kepuloan, angkot ga gitu laku, yang naik jarang dan jaraknya jauuuhhh banget. Saya sih, biasanya pake speedboat dan mobil kantor. Capek? Ga juga, seru aja kok ngerasain terguncang2 dikapal (saya malah biasanya sengaja milih kapal kecil yang serasa naik coaster hihi).

Tidak banyak memang yang bisa saya ceritakan dari Kundur. Mungkin karena sejujurnya saya sendiri gak terlalu excited berada disini.... hihi... but other than that, i do still feel blessed diberi kesempatan tinggal di sini (Jadi rajin blajar masak, ikut dharma wanita, jadi ketua arisan, jadi peri gosip, pokoknya beneran blajar jadi ibu yang sesungguhnya deh). Yah setidaknya buat nabung masa depan, tinggal di Kundur nih asik. Gaji utuh karena fasilitas penuh hihi… Tapi kalo dah punya tabungan banyak dan disuruh milih, hi hi gak ah jadi orang Kundur…

Tidak ada komentar: